Latest Post
Showing posts with label Jumong : Prince of the Legend. Show all posts
Showing posts with label Jumong : Prince of the Legend. Show all posts

LIPUTAN : Shufa On The Street 2014

Hari minggu lalu (26 Januari 2014), DIII Bahasa China Universitas Sebelas Maret Surakarta menyelenggarakan lomba kaligrafi China di Benteng Vasternburg Solo. Event ini merupakan hasil kerjasama antara UNS dengan Perkumpulan Hoo Hap Solo. Sekitar 40 peserta ikut serta dalam lomba ini. Sebagai juri tamu dari Perkumpulan HooHap Solo, Bp.Bachtiar Kaslam tampak memberi sedikit dasar dasar menulis Shufa.





 

Jumong : Prince of the Legend Episode 3

Begitu sampai di Buyeo, Geumwa (Jun Kwang-ryul) sangat terkejut saat tahu bahwa Haemosu (Hu Joon-ho) dijebak atas saran penasehat Budeokbul (Lee Jae-yong). Meski ditodong sebilah pedang, Budeokbul bergeming dan menyebut bahwa apa yang dilakukannya adalah demi masa depan Buyeo.
Tidak memperdulikan omongan sang penasehat, Geumwa berusaha menyelamatkan Haemosu yang tengah dibawa oleh pasukan berjubah besi. Terpisah jalan saat sama-sama berusaha menyelamatkan diri, dari seberang lembah Geumwa melihat Haemosu terkena panah pasukan berjubah besi dan jatuh dari atas jurang ke laut lepas.
Setelah beberapa bulan berlalu, Yoohwa (Oh Yoon-so) akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki sambil ditunggui dengan setia oleh Geumwa. Bersamaan dengan itu, peramal Yeomieul (Jin Hye-kyung) terkejut karena mendapat penglihatan tentang burung berkaki tiga yang terbang tinggi. Karena kuatir, ia langsung memberitahu hal tersebut pada Budeokbul.
Sebelum diberitahu, Budeokbul didatangi Geumwa, yang mengaku telah memiliki anak dari Yoohwa dan berniat untuk segera menikahi putri kepala suku Habaek itu. Keruan saja Budeokbul langsung curiga, ia dengan tepat menebak kalau putra Yoohwa bukanlah darah daging dari Geumwa melainkan Haemosu.
Dengan cepat, Budeokbul mengutus Jeukji salah satu jenderal Buyeo untuk menghabisi Yoohwa dan bayinya yang baru lahir. Berhasil mengejar Yoohwa hingga ke tengah hutan yang sepi, Jeukji langsung mengacungkan pedangnya untuk menebas wanita itu. Namun Yoohwa dan bayinya masih dilindungi oleh Langit, tiba-tiba kilat menyambar hingga mengenai ujung pedang Jeukji sehingga sang jendral tewas di tempat.
Sadar kalau banyak pihak di Buyeo yang menginginkan nyawanya dan sang putra, Yoohwa sempat merenung di pinggir sebuah air terjun sebelum mengambil keputusan mengejutkan : kembali ke Buyeo dan bersedia menerima tawaran Geumwa sebagai selir. Dengan wajah serius, Geumwa berjanji bakal merawat putra Yoohwa seperti darah dagingnya sendiri sekaligus meneruskan cita-cita mendiang Haemosu.
20 tahun berlalu, Buyeo telah menjelma sebagai kerajaan yang disegani dengan Geumwa sebagai rajanya. Kerap terlibat pertempuran untuk memperluas wilayah negaranya, Geumwa langsung disambut oleh ketiga putranya : Daeso (Kim Seung-soo), Youngpo (Won Ki-joon), dan Jumong (Song Il-gook). Diam-diam, Daeso dan Youngpo membenci Jumong karena ayah mereka lebih memperhatikan sang saudara tiri dan selir Yoohwa.
Diam-diam Jumong ternyata punya maksud lain, ia datang ke garis depan demi bertemu Buyoung (Lim So-yeong) salah seorang asisten Yeomieul. Gelagapan saat sang pangeran berniat memeluknya, Buyoung terselamatkan oleh suara terompet yang menandakan pertempuran bakal dimulai. Ketika kembali ke kemah, wajah Jumong langsung pucat ketika Daeso dan Youngpo meminta sang adik tiri untuk mengenakan pakaian tempurnya.
Pertempuran yang berlangsung alot membuat Geumwa, atas saran para penasehat militernya, tidak punya pilihan lagi selain kembali ke Buyeo. Begitu tahu kalau suaminya telah pulang, Ratu Wanhoo (Gyeon Mi-ri) langsung sumrigah. Namun, wanita itu harus menelan kekecewaan karena Geumwa ternyata lebih memilih untuk mendatangi kediaman selir Yoohwa terlebih dulu.
Di depan Yoohwa, Geumwa mengaku kalau apa yang dilakukannya adalah demi menebus dosa-dosanya pada Haemosu. Dengan jujur, sang raja Buyeo juga menyayangkan Jumong yang dianggap terlalu lemah dan sulit diandalkan. Dengan sedih, Yoohwa mengaku bahwa semua adalah kesalahannya yang tidak mampu mendidik sang putra dengan baik.
Ketika perayaan untuk raja Geumwa digelar, satu-satunya penghuni istana yang absen adalah Jumong. Menarik Buyoung untuk menemaninya, Jumong bermabuk-mabukan hingga tertidur pulas. Dasar apes, Youngpo menemukan dirinya dan tak lama kemudian raja Geumwa juga muncul di tempat itu.(indosiar.com/mdL)
 

Jumong : Prince of the Legend Episode 2

Melihat sikap Yoohwa (Oh Yun-soo) yang mencurigakan, kepala pasukan baju besi mengambil keputusan yang mengagetkan : menebas kepala suku Habaek dan menyuruh prajuritnya untuk membunuh seluruh anggota suku. Yoohwa, satu-satunya yang selamat, cuma bisa menjerit histeris melihat semuanya.
Dalam pelariannya, Haemosu (Hu Joon-ho) bertemu dengan kelompok pedagang Gyerubu pimpinan Yeontabal (Kim Byung-gi), yang langsung menawari pekerjaan. Saat tengah berbincang-bincang, seorang pria menemui Yeontabal dan menyampaikan berita tentang musnahnya suku Habaek. Bisa dibayangkan, bagaimana perasaan Haemosu saat tahu kejadian itu disebabkan oleh dirinya.
Dibawa ke Hyeonto sebagai tawanan, sosok Yoohwa yang tengah diikat terlihat oleh Geumwa (Jun Kwang-ryul). Langsung mengenali wanita itu, Geumwa dan pasukannya langsung membebaskan Yoohwa. Sayang saat berusaha mengorek keterangan soal Haemosu, Yoohwa bungkam. Namun dari kejadian itu, Geumwa bisa menarik satu kesimpulan : Haemosu saudara angkatnya masih hidup.
Yeontabal ternyata sangat cerdik, ia langsung bisa menebak bahwa orang asing yang diajaknya bergabung dengan Gyerubu adalah Haemosu yang tengah dicari banyak orang. Rupanya, Yeontabal berniat menyerahkan Haemosu pada antek-antek kerajaan Han setelah rombongannya tiba di Hyeonto. Namun, semuanya berubah saat kelompok Gyerubu diserang oleh segerombolan perampok di tengah malam.
Dengan tangan kosong, Haemosu mampu mengusir gerombolan perampok. Tak lama setelah itu, anak Yeontabal yang berjenis kelamin perempuan lahir dan diberi nama Soseono. Setelah bertemu dengan gubernur jenderal Hyeonto, Yeontabal berubah pikiran dan tidak jadi menyerahkan Haemosu.
Begitu kembali ke tempat penginapan, Yeontabal langsung bicara empat mata dengan Haemosu. Secara terang-terangan, pimpinan Gyerubu itu mengaku sudah mengetahui identitas Haemosu dan alasannya bergabung dengan kelompok pedagang. Begitu mendengar berita yang menyebut Yoohwa telah tewas dalam perjalanan ke Hyeonto, Haemosu yang putus asa memutuskan untuk kembali ke markas pasukan Damul.
Kehadiran Yoohwa di Buyeo dan sikap Geumwa terhadap wanita terakhir dari suku Habaek itu diamati secara cermat oleh Yeomieul (Jin Hye-kyung). Bisa menebak kalau sang putra mahkota Buyeo jatuh hati pada wanita yang ditolongnya, Yeomieul, yang pernah menyukai pria itu, memperingatkan Geumwa untuk tidak berpikir menjadikan Yoohwa sebagai istri karena wanita itu diramal akan mendatangkan kesulitan bagi masa depan Buyeo.
Bisa menebak kalau Haemosu telah kembali, Geumwa mendatangi markas pasukan Damul. Dugaannya tepat, Haemosu benar-benar ada disana. Setelah saling melepas rindu, Geumwa mengajak Haemosu untuk menemui ayahnya Haeburoo (ark Geun-hyung). Dengan semangat berkobar-kobar, Haemosu meyakinkan sang raja Buyeo untuk mau mengangkat senjata menghadapi kerajaan Han.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Haemosu meminta Geumwa untuk meyakinkan suku-suku lain dari bekas kerajaan Gojoseon untuk mau bersatu. Ternyata Geumwa punya kejutan, ia memberitahu Haemosu kalau Yoohwa masih hidup. Di hadapan sang putri, Haemosu berlutut sambil menyebut siap melakukan apa saja demi menebus dosa-dosanya yang telah membuat suku Habaek musnah.
Kehadiran Haemosu membuat Yoohwa tenang, dengan jujur ia mengaku bakal kembali mempertaruhkan nyawanya dan kelompok Habaek bila kejadian dimana pasukan berjubah besi mencari sang jenderal kembali terulang. Ucapan itu membuat Haemosu trenyuh, ia langsung memeluk Yoowa dengan lembut.
Secara tidak sengaja, kejadian itu terlihat oleh Geumwa yang cuma bisa tersenyum pahit dan dengan ikhlas menerima kalau Yoohwa telah memilih Haemosu. Malamnya, Haemosu menyematkan sebuah cincin giok ke jari Yoohwa dan berjanji setelah mengusir bangsa Han, ia akan mempersunting keturunan terakhir suku Habaek tersebut.
Haemosu tidak sadar bahwa cita-citanya mengusir bangsa Han bakal mendapat banyak hambatan. Di istana Buyeo, diam-diam penasehat Budeokbul (Lee Jae-yong) dan Yeomieul bersekongkol untuk menjatuhkan Haemosu. Keduanya menghadap Haeburoo dan berhasil meyakinkan sang raja untuk mengorbankan Haemosu yang dianggap menggunakan momentum peperangan untuk kepentingan pribadi.
Saat mendengar kalau rakyat Gojoseon yang tengah mengungsi bakal dijebak oleh pasukan kerajaan Han, Haemosu langsung bergerak bersama pasukannya tanpa tahu bahwa semua hanyalah jebakan. Kembali berhadapan dengan pasukan berjubah besi, kali ini Haemosu tidak bisa lolos lagi. Bisa dibayangkan, bagaimana reaksi Yoohwa melihat pria yang dicintainya diikat di depan umum dengan kondisi mengenaskan.(indosiar.com/mdL)
 

Jumong : Prince of the Legend Episode 1

Setelah sekian lama, kerajaan Gojoseon akhirnya tumbang oleh kerajaan Han dari daratan China. Meski begitu, rakyat Gojoseon terus melakukan perlawanan dengan dipimpin oleh jenderal Haemosu (Hu Joon-ho) yang terkenal.
Menyamar sebagai pesilat, Haemosu datang ke Hyeonto, daerah yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan di bekas wilayah Gojoseon, yang tengah melakukan sayembara dan terlibat pertarungan seru dengan seorang pria. Saat adu ilmu, Haemosu sukses membunuh salah seorang pejabat penting disana. Namun, kejadian tersebut membuat lawannya, yang ternyata adalah putra mahkota Buyeo bernama Geumwa (Jun Kwan-ryul) terluka.
Sementara itu di kerajaan Buyeo, Haeburoo (Park Geun-hyung) yang merupakan raja Buyeo terlihat begitu puas melihat banyaknya rakyat Gojoseon yang menetap di wilayahnya. Namun oleh sang penasehat Budeokbul (Lee Jae-yong), sang raja diingatkan bahwa kehadiran rakyat Gojoseon hanya akan membangkitkan amarah kerajaan Han.
Tidak cuma itu, Haeburoo juga diberitahu bahwa teknologi persenjataan Buyeo, yang disebut sedikit lebih baik dari perunggu, masih kalah jauh dengan kerajaan Han. Karena itu, bukanlah hal yang bijaksana bila Buyeo menentang kerajaan Han secara terang-terangan.
Keadaan di Buyeo sendiri tengah tegang. Ketika dipanggil oleh peramal kerajaan Yeomieul (Jin Hee-kyung), Haeburoo diberitahu bahwa sang peramal telah melihat seekor burung berkaki tiga di tengah matahari Buyeo. Burung berkaki dua sendiri merupakan lambang raja dan pangeran, karena itu tambahan satu kaki cukup membingungkan.
Untuk memastikan kerja sama dari pecahan kerajaan Gojoseon, kerajaan Han memerintahkan gubernur jenderal Hyeonto untuk mengumpulkan para kepala suku. Hadir sebagai wakil sang ayah, Geumwa sempat gembira saat bertemu dengan sahabat masa kecilnya Yangjung (Yoon Dong-hwan). Namun, wajahnya langsung berubah saat tahu kehadiran Yangjung adalah sebagai wakil dari kerajaan Han.
Dalam pertemuan, gubernur jenderal Hyeonto mengingatkan para kepala suku untuk tidak menerima kehadiran Haemosu kalau tidak ingin mendapat hukuman berat. Untuk membuktikan keseriusannya, sang gubernur jenderal memerintahkan pembantaian rakyat Gojoseon. Keruan saja Geumwa sangat geram melihat kekejaman tersebut, namun ia diminta Budeokbul untuk menjaga emosinya.
Siapa sangka, seorang wanita bernama Yoohwa (Oh Yun-soo) yang merupakan wakilsuku Habaek langsung bereaksi keras dan dengan berani mengkritik gubernur jenderal Hyeonto. Langsung terpesona, Geumwa berusaha meminta supaya Yoohwa dibebaskan.
Begitu kembali ke Buyeo, penasehat Budeokbul memberitahu hasil pertemuan dan meminta supaya Haemosu dikorbankan demi masa depan Buyeo. Pembicaraan itu terdengar oleh seseorang, yang sempat dicurigai sebagai mata-mata oleh Budeokbul.
Belakangan berkat kecerdikan Budeokbul, terungkap bahwa orang yang menguping pembicaraannya dengan Haeburoo adalah Geumwa. Bisa dibayangkan, bagaimana marahnya Haeburoo saat tahu Geumwa putranya membela Haemosu, yang diakui sebagai sahabat karibnya, dan mengaku lebih memilih mati bila disuruh memilih antara Haemosu dan Buyeo.
Sayang, niat Geumwa untuk menolong saudara angkatnya sia-sia. Saat tengah menyergap rombongan musuh bersama pasukannya, Haemosu diserang oleh pasukan bertopeng misterius yang mengenakan pakaian besi yang tidak bisa ditembus panah atau pedang. Setelah melalui pertempuran sengit, pasukan Haemosu dibantai sementara sang jenderal sendiri terkena lemparan tombak.
Saat hanyut di sungai, Haemosu ditemukan oleh Yoohwa, yang kemudian merawat luka-lukanya. Begitu sadar dan tengah memulihkan luka-lukanya, hubungan pria itu dan Yoohwa, yang ternyata diam-diam mengagumi sosok Haemosu, semakin dekat.
Semua berubah ketika pasukan berjubah besi mendatangi suku Habaek, mereka mengaku tengah mencari Haemosu yang mempunyai luka di bagian bahu. Keruan saja Yoohwa sangat kaget, keadaan semakin tegang ketika penasehat suku Tabaek mengusulkan supaya Haemosu diserahkan pada pasukan berbaju besi.(indosiar.com/mdL)
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. chencha14 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger