Latest Post

Pembaharuan Pikiran Membuka Jalan Bagi Tuhan

Yohanes 5:37
Dan tidak ada seorangpun akan menuang anggur baru ke kantung anggur lama. Jika ia melakukannya, anggur yang baru itu akan memecahkan kulit kantung itu, anggur baru akan terbuang dan kantung anggur itu akan rusak
Barang-barang yang terbuat dari kulit asli seperti sepatu atau tas, memerlukan perawatan khusus agar tetap bagus, tidak pecah dan kaku. Pada jaman Yesus, penyimpanan minuman anggur menggunakan kantung dari kulit lembu, kambing atau domba. Minuman anggur mengandung alkohol yang bersifat mengeringkan, menarik kandungan air dan kelembaban dari sekitarnya. Akibatnya, kantung anggur yang sudah lama dipakai akan menjadi kaku dan kering. Ke dalam kantung anggur seperti itu, tidak bisa dituangkan anggur baru karena kantung yang sudah keras dan kaku itu akan pecah. Anggur yang baru harus dituangkan ke kantung yang baru, yang lentur, fleksibel dan tahan terhadap kekuatan alkohol dari anggur yang baru.
Di dalam kiasan ini, kantung anggur melambangkan pola pikir. Anggur baru adalah semua janji kebesaran dan kemenangan yang Tuhan ingin tuangkan ke dalam kehidupan kita. Melalui perumpamaan ini, Yesus mengatakan kepada kita untuk terus memperbaharui pikiran, karena tanpa pembaharuan pikiran, Tuhan tidak bisa mencurahkan semua yang baik bagi kita.
Semua manifestasi janji kebesaran Tuhan seperti terobosan finansial, keselamatan keluarga, kesehatan emosi dan perubahan karakter; tidak terjadi sampai pola pikir kita mengenai hal itu sejalan dengan apa yang Tuhan katakan. Bahkan untuk seseorang mengalami kelahiran baru pun mengandalkan satu prinsip dasar ini.
Kelahiran baru sebenarnya adalah detik-detik spesial di mana hadirat Tuhan datang dan Roh Kudus menginsyafkan kita. Pola pikir lama kita yang masih suka dosa, diganti dengan pola pikir baru, menjadi kantung anggur baru yang mengerti bahwa Tuhan benci dosa dan ingin berkomitmen menyenangkan Dia selamanya. Akibat pergantian pola pikir ini, hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan. Dan akibat pemulihan hubungan ini, berkat-berkat-Nya tersedia untuk kita.
Efesus 1:3
Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
Dengan kata lain, kehidupan ke-Kristenan kita adalah suatu perjuangan besar untuk mengubah pola pikir dunia kita menjadi sama dengan firman-Nya seperti dikatakan oleh Roma 12:2; "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Perjuangan ini dijelaskan rasul Paulus di 2 Korintus 10:4-5: "..... karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, ..." Ini memerlukan disiplin dan kerja keras sampai maranatha, sebab yang menghalangi kita bertumbuh adalah pola pikir kita sendiri.
Tuhan sudah mengerjakan bagian-Nya dengan menebus kita dari kuasa Iblis dan memberikan kuasa untuk kita mendapatkan janji-janji-Nya (2 Petrus 1:3-4). Sekarang, giliran kita yang seharusnya rajin memprogram ulang pikiran kita. Pembaharuan pikiran sesuai firman Tuhan membuat kita berada pada posisi yang benar untuk menjadi bejana yang tepat bagi kegerakan Roh Kudus. Ketahui status Anda di dalam Kristus, sebab hanya di dalam Kristus semua janji yang begitu besar dan berharga itu tersedia bagi setiap orang percaya.
 

Mengejar Hadirat Tuhan

Yesaya 55:6
"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!"
Sewaktu menulis mengenai renungan hari ini, saya sedang mendengar lagu "Mengejar Hadir-Mu" yang dipopulerkan oleh salah satu band rohani di Indonesia, Giving My Best (GMB). Lagu ini begitu kuat tertancap di dalam pikiran dan hati saya. Bahkan lebih daripada itu lagu ini membawa saya dalam perenungan mengenai bagaimana kehidupan kita di dalam Tuhan.
Sebagai orang-orang yang menerima keselamatan dari Tuhan seharusnya diri kita haus dan rindu mengenal siapakah sang pemberi anugerah kehidupan itu. Tetapi, dalam kenyataannya sehari-hari, yang kita lakukan adalah hanya sekedar aktivitas rohani. Ketika kita menghadap Dia dalam waktu doa-doa kita, yang kita lakukan adalah rutinitas. Tidak ada passion di dalamnya.
Kita menjadi orang-orang yang begitu malas untuk mencari diri-Nya lebih dalam lagi. Kita hanya puas dengan berkatnya yang sedikit itu. Tidak ada rasa untuk meminta kepada Tuhan untuk memuaskan kerinduan kita. Dan, apakah itu salahnya Tuhan? Sekali-kali tidak. Itu adalah murni kesalahan kita.
Tuhan tidak dapat memberikan lebih ketika hati kita tidak siap menerimanya. Dia akan memberikan sesuai dengan besarnya kerinduan kita. Jika kerinduan kita besar untuk mengenal Dia, kita tidak akan berjalan saja. Kita akan mengejarnya dan terus mengejarnya. Dan tahu kah Anda, Dia mau Anda dan saya melakukannya.
Saat Anda mencari wajah-Nya dengan sungguh-sungguh, hadirat-Nya akan Anda rasakan ketika itu juga. Anda akan merasa tidak puas dan ingin tetap berada di situ. Pewahyuan Tuhan turun ke dalam hati Anda dan setiap masalah, pertanyaan, keraguan terjawab semuanya. Jalan-jalanNya ditunjukkan bagi kita. Dan semuanya itu hanya Anda dapati di dalam hadirat-Nya yang kudus.
Oleh karena itu, kejarlah hadirat Tuhan. Jangan berhenti jika Anda belum merasakannya. Naikkan terus pujian dan penyembahan kepada-Nya. Percayalah, Dia pasti mendatangi Anda dan memuaskan kerinduan Anda untuk mengenal-Nya lebih lagi.
Seperti seorang anak kecil haus akan pengetahuan, demikian hendaknya kerinduan kita saat mencari Allah dan kebenaranNya.
 

kenari-kenari kosong

Disebuah desa,tinggallah seorang pensiunan tentara yang dikenal sebagai pahlawan doa.Kenapa dia mendapat julukan tsb, krn dia sangat tekun berdoa.Kalau gak percaya, datanglah ke rumahku dan kalian akan lihat puluhan toples berisi kenari-kenari.katanya bangga.Tapi apa hubungannya toples-toples dengan doa Bapak tanya yang sedang berkunjung.
Setiap kali aku berdoa, aku memasukkan sebiji kenari ke toples. Jika berhasil mengumpulkan bertoples-toples kenari, artinya aku telah menaikkan banyak sekali doa kepada Tuhan,katanya bangga.Hingga suatu malam, ia bermimpi. Ia berjumpa dengan seorang berjubah putih. Saat orang itu mendekat, pensiunan itu langsung mengenalnya.Ternyata Ia adalah Tuhan Yesus.Dengan tatapan penuh belas kasihan, Yesus berkata,Ambillah sebuah palu dan pecahkanlah tiap kenari yang sudah kau masukkan.Dengan cepat ia mengambil palu dan melakukan apa yang Tuhan katakan.
Betapa kagetnya dia, karena setiap kali ia memalu kenari-kenarinya, ternyata isinya sudah kering dan beberapa kosong.Apa artinya semua ini, Tuhan,katanya sedih.Banyak sekali doa yang sudah kau naikkan, tetapi seperti kenari-kenari yang kosong itu,demikian juga doa-doamu yang kosong dan tiada makna.Kadangkala menaikkan doa hanya merupakan susunan kata-kata yang sudah dihafalkan. Kau tidak pernah menghayati doa yang telah kau ucapkan, apalagi bersungguh-sungguh hati melakukannya.
Kau hanya menjalankannya sebagai rutinitas dan bukan karena kau ingin berbicara denganku. Mendengar hal itu,menangislah si pensiunan itu.Saudara, terkadang kita seperti si pensiunan itu yang berusaha menyusun kata-kata yang sedemikian indah hanya untuk enak didengar oleh teman kita tanpa kita berusaha memaknainya dalam hidup kita.Kita tahu doa merupakan persekutuan kita dengan Tuhan. Biarlah lewat doa,
kita dapat mengungkapkan kerinduan kita yang terdalam kepada Tuhan dengan hati yang benar.
 

Waktu Yang Berharga

Jack baru saja mendapatkan pelajaran berharga. Ia membuka sebuah kotak keemasan dan ia mendapati di dalamnya sesuatu yang sangat berharga juga secarik kertas yang sangat berkesan. Waktu kecil ia tinggal bersama ibunya di sebuah kota kecil. Ia bertetangga dengan seorang duda yang istrinya sudah meninggal. Duda itu tidak mempunyai anak dan hanya tinggal sendiri. Pria malang itu melihat Jack bertumbuh dari seorang anak-anak, sampai kencan pertamanya, lulus dari kuliah, bekerja dan menikah. Jack adalah seorang pekerja keras yang gila kerja.
Ia bahkan tak ada waktu untuk putrinya dan istrinya. Setelah ia menikah, ia dan keluarganya tidak lagi tinggal di sebelah rumah pria tua itu. Mereka pindah. Suatu hari Jack mendapat telepon dari ibunya, “Ingat Pak Belser ? Ia meninggal dunia hari Selasa lalu. Pemakamannya hari Kamis pagi.” Kenangan masa kecilnya berseliweran dalam dirinya. Ia mengenang kembali masa-masa kecilnya dengan Pak Belser.
“Halo ?” suara ibunya membangunkannya.
“Iya bu, aku akan ke sana hari Rabu”, kata Jack
“Tapi kupikir Pak Belser sudah lupa tentang diriku”
“Oh tidak, Jack,” kata ibunya,
“Pak Belser selalu ingat padamu. Ia ingat akan hari-hari di mana kamu main-main di balik pagar rumahnya dan hari ketika kamu duduk di pangkuannya ketika istrinya meninggal.”
“Beliau orang pertama yang mengajariku ilmu pertukangan. Tanpa beliau, aku tidak akan mungkin terjun ke usaha ini.” kata Jack.
Sesibuk-sibuknya Jack, ia kemudian mengatur ulang jadwalnya di hari Rabu dan Kamis. Ia menghargai Pak Belser seperti ayahnya sendiri dan ia sangat ingin ada di sana ketika pemakamannya. Hari Rabu malam ia tiba di kampung halamannya. Ia dan ibunya kemudian berjalan ke rumah Pak Belser untuk terakhir kalinya. Di beranda, ia mengintip ke dalam rumah Pak Belser. Terbesit banyak kenangan tentang masa kecilnya.
Sofa yang sering ia duduk, meja makan di mana ia pernah memecahkan piring, telepon di sudut ruangan dan hey… Jack terdiam sejenak.
“Kotak emas di ujung meja itu hilang!” seru Jack.
Ibunya bingung. Segera Jack menjelaskan tentang kotak emas di ujung meja itu. Ukurannya tak lebih dari satu jengkal orang dewasa dan bercat emas di luarnya.
“Pak Belser selalu mengatakan itu miliknya paling berharga dan akan diberikan kepada seseorang yang layak menerimanya.
Tapi setiap kali aku menanyakan isinya, ia selalu menjawab ‘Pokoknya berharga deh’.”
Dan sekarang kotak emas itu sudah tidak ada lagi. Dugaan Jack, mungkin diambil oleh seorang keluarga jauhnya. Dua minggu kemudian setelah pemakaman, seorang kurir mengantarkan sebuah paket untuk Jack. Nama Jack tertulis di atas paket itu dengan tulisan yang sangat sulit dibaca. Jack membuka paket itu… Di dalamnya ada sebuah kotak emas (persis seperti kotak emas Pak Belser yang hilang itu) dan sepucuk surat. Jack membaca surat itu,
“Setelah kepergianku, tolong sampaikan kotak ini kepada Jack Bennet. Ini adalah harta paling berharga yang kumiliki”
Sebuah kunci ada dalam amplop itu, kunci untuk membuka kotak itu. Hatinya bergetar, tanpa sadar ia menangis terharu, Jack perlahan membuka kotak itu. Di dalamnya dia menemukan sebuah jam saku yang indah yang terbuat dari emas. Dengan perlahan Jack membuka jam itu. Di dalamnya terukir kata-kata yang tak pernah ia lupakan seumur hidupnya,
“Terima kasih, Jack, untuk waktumu. Ini saya berikan jam untukmu, sesuatu yang paling berharga bagiku. Harold Belser”
“Yang ia hargai dariku adalah… waktuku.” serunya perlahan.
Ia menggenggam jam itu beberapa saat. Kemudian ia menelepon sekertarisnya untuk membatalkan semua janjinya untuk dua hari ke depan.
“Mengapa?” tanya Janet, sekertarisnya.
“Aku ingin menghabiskan waktu untuk keluargaku,” kata Jack
“dan Janet, terima kasih untuk waktumu.” …………
Sobat, di dunia ini ada dua hal yang tidak bisa ditarik kembali : Perkataan dan Waktu.
Waktu yang sudah lewat tidak akan bisa dikembalikan lagi. Waktu tidak bisa dipaksa mundur, tidak bisa diperlambat dan juga tidak bisa dipercepat. Waktu akan terus bergerak maju dengan kecepatan konstan. Kita tidak akan bisa kembali ke masa kanak-kanak. Kita tidak bisa mengulang satu peristiwa yang sama di waktu yang lain.
Sudahkah Anda memberi waktu pada diri Anda dan sesama ?
Sudahkah Anda menghargai waktu yang telah orang lain korbankan kepada Anda ?
 

Galeri foto Lomba Sempoa


Image Hosted by ImageShack.us
Akhirnya terlaksana juga

Image Hosted by ImageShack.us
Proses pendaftaran ulang peserta


Image Hosted by ImageShack.us
Peserta Lomba sesi 1 (modul 1,2,3) berbaris menuju ke panggung
Image Hosted by ImageShack.us
Seorang peserta sedang naik di atas panggung guna memperkenalkan diri

Image Hosted by ImageShack.us
Sambutan wakil dari Perkumpulan Hoo Hap Solo selaku sponsor

Image Hosted by ImageShack.us
Penyerahan soal dari juri (Ibu Sita dari SIP Solo, Bp.Yohanes dari PHS, Rizki dari UNS)
ke panitia lomba untuk dibagikan ke peserta.
Image Hosted by ImageShack.us
Salah seorang peserta (sesi 1) sedang mengerjakan soal yang diberikan oleh panitia.

 Image Hosted by ImageShack.us
Acara hiburan : Permainan dan pembagian doorprize

Image Hosted by ImageShack.us
Peserta Sesi 2 sedang mengerjakan soal

Image Hosted by ImageShack.us
Motivasi anak oleh Kak Sugeng

Image Hosted by ImageShack.us
Penyerahan hadiah Lomba


Segenap panitia lomba mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggarakannya lomba ini.
 

Managemen hidup

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah 
tentang manajemen waktu 
pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat 
ia berdiri depan kelas 
dan  berkata, “Okay, sekarang waktunya untuk quiz.
” Kemudian ia mengeluarkan 
sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. 
  
Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu 
sebesar sekepalan tangan. 
Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu 
yang cukup untuk dimasukkan 
ke  dalam ember. Ia bertanya pada kelas, 
“Menurut kalian, apakah ember 
ini  telah penuh?” Semua mahasiswa serentak berkata, 
“Ya!” Dosen bertanya 
 kembali, “Sungguhkah demikian?” 
  
Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung 
kerikil kecil. Ia  
menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember 
lalu mengocok-ngocok 
ember  itu sehingga kerikil- kerikil itu turun 
ke bawah mengisi 
celah-celah  kosong di antara batu-batu. 
  
Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, 
“Nah, apakah sekarang ember  ini sudah penuh?
”Kali ini para mahasiswa terdiam. 
  
Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.” “Bagus sekali,”
sahut dosen. 
Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan 
menuangkannya ke dalam 
ember. Pasir  itu berjatuhan mengisi celah-celah 
kosong antara batu 
dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas,
“Baiklah, apakah 
sekarang ember ini sudah  penuh?” “Belum!” sahut 
seluruh kelas. 
Sekali lagi ia berkata, “Bagus.  Bagus sekali.” 
  
Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan 
airnya ke 
dalam ember  sampai ke bibir ember. Lalu ia 
menoleh ke kelas dan 
bertanya, “Tahukah  kalian apa maksud illustrasi ini?” 
  
Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari 
dan berkata,  
“Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal 
kita, bila kita 
mau  berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa 
mengerjakannya.” 
  
“Oh, bukan,” sahut dosen, “Bukan itu maksudnya. 
Kenyataan dari 
illustrasi  mengajarkan pada kita bahwa bila anda 
tidak memasukkan
“batu besar  terlebih dahulu, maka anda tidak akan 
bisa memasukkan semuanya.” 
  
Apa yang dimaksud dengan “batu besar” dalam hidup anda? 
Anak-anak anda;  Pasangan anda; Pendidikan anda; 
Hal-hal yang penting dalam hidup anda;  Mengajarkan 
sesuatu pada orang lain; 
Melakukan pekerjaan yang kau cintai;  Waktu 
untuk diri sendiri; 
Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang  
berharga. 
  
Ingatlah untuk selalu memasukkan “Batu Besar” 
pertama kali atau 
anda akan  kehilangan semuanya. Bila anda 
mengisinya dengan 
hal-hal kecil (semacam  kerikil dan pasir) maka 
hidup anda akan 
penuh dengan hal-hal kecil yang  merisaukan dan 
ini semestinya tidak perlu. 
  
Karena dengan demikian anda tidak akan pernah 
memiliki waktu 
yang  sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal
besar dan penting. 
  
Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika 
akan merenungkan 
cerita  pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: 
“Apakah “Batu Besar” dalam  hidup saya?” 
Lalu kerjakan itu pertama kali.”
 

LARI! JANGAN DIAM.

Judul: LARI! JANGAN DIAM. 
 
 
Suatu kali ada seorang pemuda yang bertanya demikian, 
"Apa yang harus saya lakukan jika suatu hari saya jalan-jalan
di pantai lalu melihat seorang wanita dengan pakaian ala kadarnya? 
Kan pada saat itu saya 
tidak sengaja melihatnya." Jawabannya bukan pura-pura tidak melihat, 
menutup mata, atau mengalihkan pandangan ke arah yang lain, tetapi
"LARILAH". Pergilah dari tempat itu jangan berdiam diri. 
Mengapa?Karena kita harus menyadari kelemahan kita untuk jatuh 
dalam dosa.Apa yang dilakukan oleh Yusuf sangatlah tepat. 
Ketika godaan datang,ia tidak cuma "pura-pura tidak melihat", 
tetapi benar-benar lari keluar.Padahal saat itu sangatlah mudah 
bagi Yusuf untuk berbuat dosa sekaligus menutupinya. 
Pertama, dalam rumah Potifar pada saat itu sepi, 
tidak ada siapa-siapa. Kedua, Yusuf memiliki kuasa yang 
sangat besar untuk menutup mulut semua pegawainya agar 
tak memberitahukan perselingkuhannya kepada Potifar. 
Yusuf adalah seorang kepala rumahtangga yang mana semua 
pegawai di rumah itu harus tunduk kepada perintahnya, 
terlebih jikalau istri Potifar terlibat di sana. 
Jadi,secara posisi Yusuf berada di posisi yang aman untuk berbuat dosa. 
Akan tetapi, Yusuf tak melakukannya, dan ia tidak diam di tempat,
tetapi ia lari meninggalkan godaan tersebut. Dalam hidup ini, 
janganlah sekali-kali merasa kuat terhadap godaan. Seperti 
Tuhan Yesus juga pernah mengingatkan,
"roh memang penurut tetapi daging lemah". (Matius 26:41). 
Intinya jangan "bermain-main"dengan godaan, sebab akan ada satu 
titik di mana kita malah akan terseret. 
Jangan! Larilah menjauh -
 
JIKALAU ADA SINGA DI DEPAN JALAN  KENAPA TIDAK MENCARI 
JALAN LAIN UNTuK MENGHINDARINYA?
 
 

Setia kawan‏

Terdapat artikel di salah satu surat kabar atau majalah, terasa lucu 
dan menarik artikel ini.
Isinya sebagai berikut:
Suatu malam, seorang wanita tidak pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, dia memberitahu suaminya, kalau dia menginap di 
rumah teman wanitanya.
Suaminya menelepon 10 orang teman istrinya yang paling akrab, dan 
hasilnya tidak ada seorangpun yang mengetahui akan hal ini.
Sebaliknya, suatu malam seorang pria tidak pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, dia memberitahu istrinya, kalau dia menginap di rumah 
teman prianya.
Istrinya menelepon 10 orang teman suaminya yang paling akrab, dan hasilnya:
8 orang diantaranya memastikan kalau suaminya menginap di rumah mereka, 
dan......... .......... 2 orang lainnya bahkan mengatakan bahwa suaminya 
MASIH berada di rumah mereka!
Terasa menarik, seorang suami yang membaca artikel ini segera memanggil 
istrinya untuk membaca artikel ini, tidak disangka istrinya malah ingin 
mencoba apakah memang benar seperti yang ditulis di artikel ini.
Suaminya menasehatinya supaya JANGAN MENCOBA,tapi tidak berguna.
Istrinya mengangkat telepon dan menghubungi satu persatu teman akrab 
suaminya, menanyakan apakah suaminya bersama mereka.
Dan hasilnya tentu saja.....
Apa yang ditulis dalam artikel ternyata berlaku di seluruh pelosok dunia!
Yang parahnya, ada salah satu teman suaminya malah mengatakan suaminya 
mabuk dan sampai sekarang masih tidur di dalam rumahnya.
Dan malah bertanya kepada istrinya apakah perlu membangunkan suaminya 
untuk mendengar telepon?
Istrinya kaget dan tidak mau membuat malu teman suaminya dan berkata 
sudahlah gak apa apa.
Begitu istrinya menutup telepon, handphone suaminya langsung berdering.
Begitu suaminya menjawab telepon, teman suaminya berkata: Dimana kamu?
Cepat pulang ke rumah!
Istrimu mencari cari kamu dari tadi, saya bilang kamu mabuk di rumah saya.
Oh ya! jangan lupa minum sedikit bir sebelum pulang.
(Inilah kenyataan!)
Boleh dicoba....
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. chencha14 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger